Kamis, 18 April 2013

BAB II

SISTEM PENGENDALIAN INTERN
Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran - ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen. Definisi sitem tersebut menekankan tujuan yang hendak dicapai, dan bukan pada unsur - unsur yang membentuk sistem tersebut.
Tujuan sistem pengendalian intern menurut definisi tersebut adalah:
1.      Menjaga kekayaan organisasi
2.      Mengecek ketelitian dan keandaian akuntansi
3.      Mendorong efisiensi
4.      Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Unsur sistem pengendalian intern
Unsur  pokok system pengendalian intern adalah:
1.      Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.
2.      System wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya.
Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
Adapun cara-cara yang umumnya ditempuh oleh perusahaan dalam menciptakan praktik yang sehat adalah:
a)      Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakianya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang.
b)      Pemeriksaan mendadak (surprised audit). Pemeriksaan mendadak dilaksanakn tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada pihak yang akan diperiksa, dengan jadwal yang tidak teratur.
c)      Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa  ada campur tangan dari orang atau unit organisasi lain.
d)     Perputaran jabatan (job rotation). Perputaran jabatan yang diadakan secara rutin akan dapat menjaga independensi pejabat dalam melaksanakan tugasnya, sehingga persekongkolan diantara mereka dapat dihindari.
e)      Keharusan pengambialan cuti bagi karyawan yang berhak.
f)       Secara periodic diadakan pencocokan fisik kekayaan fisik kekayaan dengan catatanya.
g)      Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektifitas unsur – unsur  sistem pengendalian intern yang lain.
3.      Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya.
Untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya, bebagai cara berikut ini dapat ditempuh:
a.       Seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh pekerjaanya.
b.      Pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan perusahaan, sesuai dengan tuntutan perkembangan pekerjaanya.
Lingkungan pengendalian memiliki 4 unsur:
Ø  Filosofi dan gaya operasi
Ø  Berfungsi dewan komisaris dan komite pemeriksaan
Fungsi komite pemeriksa yang secara langsung berdampak terhadap akuntan public adalah:
a.       Menunjuk akuntan publik yang melaksanakan pemeriksaan tahunan terhadap laporan keuangan perusahaan.
b.      Membicarakan luas pemeriksaan dengan akuntan public.
c.       Meminta komunikasi langsung dengan akuntan public mengenai masalah-masalah besar yang ditemukan oleh akuntan dalam pemeriksaan.
d.      Menelaah laporan keuangan dan laporan akuntan pada saat pemeriksaan akuntan selesai dilakukan.
Hal – hal yang harus dikomunikasikan kepada dewan komunikasikan kepada dewan komisaris atau komite pemeriksaan meliputi:
·         Kebujaksanaan akuntansi penting tertentu yang dipilih oleh manajemen.
·         Prosesyang digunakan oleh manajemen dalam melakukan penaksiran akuntansi.
·         Akibat adjustment yang diajukan oleh akuntan publik.
·         Ketidakcocokan antara akuntan publik dengan manajemen tentang penerapan prinsip akuntansi.
·         Kesulitan yang ditemui oleh akuntan public dalam pelaksanaan  pemeriksaan.
Ø  Metode pengendalian manajemen
Perananan dan pengendalian manajemen dilakukan melalui 4 tahap:
v  Penyusunan program (rencana jangka panjang)
v  Penyusunan anggaran (rencana jangka pendek)
v  Pelaksanaan dan pengukuran
v  Pelaporan dan analisis
Ø  Kesadaran pengendalian

PENDEKATAN UNTUK MERANCANG PENGENDALIAN INTERN
AKUNTANSI
Rincian tujuan pengendalian intern akuntansi adalah sebagai berikut :
1.      Menjaga kekayaan perusahaan:
a.       Pengguanaan kekayaan perusahan hanya melalui system otoritas yang telah diterapkan.
ü  Pembatasan akses langsung terhadap kekayaan.
ü  Pembatasan akses tidak langsung terhadap kekayaan.
b.      Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat  dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada.
ü  Pembandingan secara periodic antara catatan akuntansi dengan kekayaan yang sesungguhnya ada.
ü  Rekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselenggarakan.
2.      Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi:
a.       Pelaksanaan transaksi melalui system otoritas yang telah ditetapkan.
ü  Pemberian otoritas oleh pejabat yang berwenang.
ü  Pelaksanaan transaksi oleh pejabat yang berwenang.
b.      Pencatatan akuntansi transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi.
ü  Pencatatan semua transaksi yang terjadi.
ü  Transaksi yang dicatat adalah benar-benar terjdi.
ü  Transaksi dicatat dalam jumlah yang benar.
ü  Transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya.transaksi dicatat dengan penggolongan yang seharusnya.
ü  Transaksi dicatat dan diringkas dengan teliti.
§   Pngendalian umum (general control)
Unsure pengendalian umum meliputi :
1)      Organisasi
2)      Pengendalian terhadap system dan program
Pengendalian umum yang bersangkutan dengan fungsi pengembangan system dan program meliputi:
a.       Prosedur penelaah dan pengesahan system baru
b.      Prosedur pengujian program
c.       Prosedur pengubahan program
3)      Pengendalian terhadap fasilitas pengolahan data
Fasilitas pengolahan data meliputi 4 bagian utama berikut: (1) operasi konversi, (2) operasi computer, (3) perpustakaan, (4) fungsi pengendalian.
Pengendalian terhadap operasi computer meliputi :
§  Akses terhadap ruang komputer hanya terbatasbagi karyawan tertentu saja.
§  Pengendalian terhadap penggunaan arsip yang disimpan dalam perpustakaan.
§  Pembuatan instruksi yang jelas mengenai pengubahan data dari dokumen sumber ke dalam bentuk yang dapat dibaca komputer.
§  Prosedur dalam penyimpanan arsip di perpustakaan.
§  Penjagaan keamanan fisik terhadap arsip dan computer.
§  Pembuatan prosedur rekonstruksi catatan,
§  Prosedur pembuatan arsip cadangan (backup).
§  Password yang digunakan untuk mengatur wewenang pengunaan data yang disimpan dalam computer.
Arsip yang disimpan dalam perpustakaan harus ditangani dengan pedoman bahwa setiap arsip harus secara menunjukan:
ü Nama dan nomor arsip
ü Otoritas yang diprlukan untuk meminjamkan arsip yang penggunaanya terbatas.
ü Siklus pemutakhiran.
ü Siklus penyimpanan.
ü File size dan block size
ü Bagaiman merekonstruksi arsip jika terjadi kerusakan.
ü Bagaiman arsip disimpan dalam perpustakaan.
Fungsi pengendalian ini dibagi menjadi dua : 1 fungsi pengawas internal dan 2 fungsi pengawas ekstern.
§  Pengendalian aplikasi (application control)
Pengendalian aplikasi mempunyai tujuan berikut:
1.      Menjamin bahwa semua transaksi yang telah diotorisasi telah diproses sekali saja secara lengkap.
2.      Menjamin bahwa data transaksi lengkap dan teliti.
3.      Menjamin bahwa pengolahan data transaksi benar dan sesuai dengan keadaan.
4.      Menjamin bahwa hasil pengolahan data dimanfaatkan untuk tujuan yang telah ditetapkan.
5.      Menjamin bahwa aplikasi dapat terus menerus berfungsi.
Pengendalian aplikasi dapat dibagi menjadi:
1.      Pengendalian preventif
Pengendalian preventif meliputi unsure-unsur sbb:
-       Otoritas data sumber
-       Konversi data
Teknik yang bias dipakai untuk mengawasi konversi data adalah:
a.       Pembuatan dokumen sumber sebagai produk sampinagn dari kegiatan pencatatan.
b.      Penggunaan turnaround document yang meniadakan kegiatan konversi data.
-       Penyiapan data sumber
a.       Perancangan formulir secara khusus untuk mendorong perekaman data secara teliti kedalamanya.
b.      Pemeriksaan terhadap dokumen – dokumen sumber oleh karyawan untuk mendeteksi kesalahan.
c.       Jika dokumen sumber dihilangkan, pengendalian terhadap penyiapan dokumen sumber dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah akses dan penggunaan ekuipmenyangf dipakai untuk mencatat dan mngirimkan data, agar dapat dihindari penggunaan data tanpa ijin atau penggunaan yang tidak semestinya.
-       Turnaround documents
-       Formulir bernomor urut tercetak
-       Validasi masukan
Kemampuan mengedit computer dapat dicapai dengan memasukan pengecekan dalam program  yang dapat berupa :
a.         Validity test digunakan untuk menjamin bahwa transaksi berisi kode, character, dan field size yang sah
b.        Completeness tests digunakan untuk menjamin bahwa masukan mempunyai jumlah data  seperti yang telah diterapkan dalam semua data field.
c.         Logical checks
d.        Limit tests digunakan untuk menguji record field untuk mengetahui apakah batas tertentu yang ditetapkan telah dilampaui.
e.         Self checking digit digunakan untuk menjamin ketelitian nomor identifikasi seperti kode rekening.
f.         Control totals digunakan untuk menjamin bahwa semua masukan telah dicatat dalam arsip komputer.
-       Pemutakhiran arsip denga computer
-       Pengendalian terhadap pengolahan data
Pengendalian terprogram dapat berbentuk pengendalian berikut ini :
a.       Record counts adalah jumlah record yang telah diolah oleh computer.
b.      Hash totals adalah jmlah angka yang terdapat dalam nonquantityfield.
c.       Limit checks  adalah batasan yang dibuat dalam program computer  untu menolak data diluar batas yang ditetapkan sebelumnya.
d.      Cross-footing balance check adalah perbandingan secara internal (melalui program komputer) antara jumlah catatan dengan jumlah catatan yang lain.
e.       Overtflow test digunakan untuk menentukan apakah ukuran hasil perhitungan melebihiukuran yang telah disediakan untuk menampung hasil perhitungan tersebut.
f.       File check merupakan pengendalian yang digunakan untuk menjamin bahwa arsip yang digunakan dalam pengolahan data adalah benar.
2.      Pengendalian detektif
Output check terdiri dari prosedur dan teknik pengendalian berikut ini :
¨  Rekonsiliasi data keluaran
¨  Review terhadap data keluaran mengenai kewajaran dan formalnya.
¨  Pengendalian terhadap data masukan data yang ditolak oleh komputer dalam pengolahan data.
¨  Pendistribusian laporan yang dikeluarkan oleh computer kepada departemen pemakai pada waktu yang tepat.

SISTEM PENJUALAN KREDIT
Penjualan kredit
Ø  Kegiatan penjualan secara kredit ditangani oleh perusahaan melalui system penjualan kredit.
Ø  Kegiatan penjualan secara tunai ditangani oleh perusahaan melalui system penjualan tunai.
Ø  Transaksi pengembalian barang oleh pembeli ditangani perusahaan melalui system retur penjualan.

Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait dalam system penjualan kredit dengan kartu  perusahaan adalah :
Ø  Fungsi kredit
Ø  Fungsi penjualan
Ø  Fungsi gudang
Ø  Fungsi gudang
Ø  Fungsi pengiriman
Ø  Fungsi akuntansi
Ø  Fungsi penagihan
                                        Informasi yang diperlukan oleh manajemen dari transaksi penjualan dengan kartu kredit adalah:
1.      Jumlah pendapatan penjualan menurut jenis produk atau kelompok selama jangka waktu tertentu.
2.      Jumlah piutang kepada setiap debitur dari transaksi penjualan kredit.
3.      Jumlah harga pokok produk yang dijual selama jangka waktu tertentu.
4.      Nama dan alamat pembeli.
5.      Kuantitas produk yang dijual.
6.      Nama wiraniaga yang melakukan penjualan.
7.      Otoritas pejabat yang berwenang.
Dokumen yang digunakan
1.    Faktur penjualan kartu kredit
2.    Surat tagihan
Catatan akuntansi yang digunakan
Ø Jurnal penjualan
Ø Kartu piutang
Ø Kartu gudang
Jaringan prosedur yang membentuk system
Jaringan prosedur yang membentuk system penjualan dengan karu kredit adalah :
1.      Prosedur order penjualan
2.      Prosedur pengiriman barang
3.      Prosedur pencatatan piutang
4.      Prosedur penagihan
5.      Prosedur pencatatan penjualan
SISTEM PENJUALAN TUNAI
Fungsi ang terkait
Fungsi yang terkait dalam system penjualan kredit :
¨  Fungsi penjualan
¨  Fungsi kredit
¨  Fungsi gudang
¨  Fungsi pengiriman
¨  Fungsi penagihan
¨  Fungsi akuntansi
Informasi yang diperlukan oleh manajemen :
1.    Jumlah pendapatan penjualan menurut jenis produk atau kelompok produk selama jangka waktu tertentu.
2.    Jumlah piutang kepada setiap debitur dari transaksi penjualan kredit.
3.    Jumlah harga pokok produk yang dijual selama jangka waktu tertentu.
4.    Nama dan alamat pembeli.
5.    Kuantitas produk yang dijual.
6.    Nama wiraniaga yang melakukan penualan.
7.    Otoritas pejabat yang berwenang.
Dokumen yang digunakan
1.      Surat order pengiriman dan tembusanya.
2.      Faktur dan tembusanya.
3.      Rekapitulasi harga poko penjualan.
4.      Bukti memorial.
Berbagai order surat pengiriman terdiri dari :
ü  Surat order pengiriman.
ü  Tembusan kredit (credit copy).
ü  Surat pengakuan (acknowledgement copy).
ü  Surat muat (bill of lading).
ü  Slip pembungkus (packing slip).
ü  Tembusan gudang (warchouse copy).
ü  Arsip pengendalian pengiriman (sales order  follow-up copy).
ü  Arsip indek silang (cross-indek file copy)
ü  Faktur penjualan (customer’s copies ).
ü  Tembusan piutang (account receivable copy).
ü  Tembusan jurnal penjualan (sales journal copy).
ü  Tembusan analisis (analysis copy).
ü  Tembusan wiraniaga (salesperson copy).
Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan kredit adalah
1.      Jurnal penjualan
2.      Kartu piutang
3.      Kartu persediaan
4.      Kartu gudang
5.      Jurnal umum
Jaringan prosedur yang membentuk system
Jaringan yang membentuk sistem penjualan kredit adalah :
1.      Prosedur order penjualan
2.      Prosedur persetujuan kredit
3.      Prosedur pengiriman
4.      Prosedur penagihan
5.      Prosedur pencatatan piutang
6.      Prosedur distribusi penjualan
7.      Prosedur pencatatan harga pokok penjualan

Unsur pengendalian intern
·         Organisasi
·         System otoritas dan prosedur pencatatan
·         Praktik yang sehat

SISTEM RETUR PENJUALAN
fungsi yang terkait
-            fungsi penjualan
-            fungsi penerimaan
-            fungsi gudang
-            fungsi akuntansi
Dokumen yang digunakan
ü  memo kredit
ü  laporan penerimaan barang
Catatan akuntansi yang digunakan
¨  jurnal umum dan jurnal retur penjualan
¨  kartu piutang
¨  kartu persediaan
¨  kartu gudang
Jaringan prosedur dalam system retur penjualan
a.       prosedur pembuatan memo kredit
b.      prosedur penerimaan barang
c.       prosedur pencatatan retur penjualan
Unsur pengendalian intern
Ø  organisasi
Ø  system otoritas dan prosedur pencatatan
Ø  praktikyang sehat

KOMBINASI PROSEDUR ORDER PENGIRIMAN DAN PROSEDUR PENGIHAN
1.      prosedur order pengiriman dan penagihan terpisah (separate order and billing procedure)
2.      prosedur order pengiriman satuan (unit shipping order procedure)
3.      prosedur pra-penagihan lengkap (complete pre-billing procedure)
4.      prosedur pra-penagihan tidak lengkap (incomplete pre-billing procedur)